Jumat, 12 Januari 2018

Panduan Lengkap Budidaya Tanaman Padi

Panduan Lengkap Budidaya Tanaman Padi

 http://dasar-pertanian.blogspot.co.id/2016/09/panduan-lengkap-budidaya-tanaman-padi.html?m=1

Sebelum melakukan penanam padi atau budidaya padi, diperlukan pengetahun tentang apa saja syarat tumbuh tanaman padi. Berikut ini beberapa syarat tumbuh tanaman padi yang harus dilakukan agar budidaya padi dapat berhasil.
Jika padi dibudidayakan pada lahan
basah (sawah irigasi) maka tidak membutuhkan curah hujan yang tinggi, dan curah hujan bukan menjadi batasan untuk budidaya padi lahan basah. Tetapi pada lahan kering, maka tanaman padi sangat membutuhkan curah hujan yang optimum > 1.600 mm/tahun nya. Jadi padi akan tumbuh dengan baik jika intensitas curah hujan sesuai dengan kebutuhan tanaman. Sebagai contoh padi gogo, yang memerlukan bulan basah yang berurutan setidaknya selama 4 bulan. Apa itu bulan basah? Bulan basah adalah bulan yang memiliki curah hujan >200 mm dan tersebar secara normal pada lahan pertanian. Atau bisa dikatakan setiap minggu ada turun hujan, sehingga tanaman tidak akan mengalami kekeringan. Adapun suhu optimum untuk budidaya padi yang baik adalah berkisar antara 24-29 derajat celcius.
Jika ingin budidaya tanaman padi berhasil dan mendapatkan hasil berkualitas, maka diperlukan pemilihan jenis varietas padi yang baik. Adapun untuk varietas padi yang baik anda bisa memilih jenis Varietas Unggul Baru ( VUB ). Perlu anda ketahui bahwa jenis varietas unggul beru tersebut mampu beradaptasi dengan lingkungan, sehingga dapat menjamin pertumbuhan tanaman lebih baik, mendapatkan hasil yang berkualitas, dan dapat diterima pasar. Sebagai contoh jenis varietas unggul baru yang dapat anda kembangkan antara lain varietas Mekongga, varietas Mira 1, Batang Gadis, Ciherang, Cigeulis, Ciliwung, Cibogo, dan juga varietas Bondoyudo.
Untuk menentukan benih padi yang unggul dan berkualiatas, diperlukan tehnik khusus. Adapun untuk menentukan pemilihan benih bermutu, anda bisa lakukan cara berikut ini :
Rendam benih padi kedalam air yang dilarutkan garam dengan menggunakan indikator telur. Letakkan telur didasar air, kemudian masukkan garam hingga telur terangkat keatas permukaan. Kemudian ambil telur tersebut dan silahkan anda masukkan benih padi kedalam larutan air garam tersebut. Benih yang mengambang adalah benih padi yang tidak baik, jadi buang saja, dan benih yang masih tenggelam adalah benih yang baik dan berkualitas.
Atau bisa juga dengan cara melarutkan garam dapur sekitar 30 gr garam dapur dalam 1 liter air, atau bisa juga larutan pupuk ZA ( untuk 1 kg pupuk ZA larutkan pada 2,7 liter air ). Kemudian masukkan benih padi kedalam larutan garam dapur atau larutan pupuk ZA. Untuk volume larutan disesuaikan dengan jumlah benih padi, yaitu banyaknya larutan 2 kali volume benih yang akan direndam. Aduk-aduk dan buang benih yang mengambang.
Benih padi dapat tumbuh cepat dan serempak.
Apabila disemaikan akan menghasilkan bibit padi yang sehat dan kuat.
Ketika bibit dipindah untuk ditanamkan, maka akan cepat tumbuh.
Setelah mendapatkan benih yang unggul dan bermutu, saatnya melakukan penyemaian benih padi dilahan yang sudah dipersiapkan. Untuk luas penanaman 1 ha, maka benih yang dibutuhkan adalah sekitar 20 kg. Cara menyemai padi bisa anda lakukan sebagai berikut :
1. Benih padi yang baik ( yang tenggelam ) silahkan dibilas dengan air bersih.
2. Selanjutnya benih padi diperam dalam karung selama kurang lebih 48 jam serta harus dijaga kelembabannya, yaitu dengan membasahi karung dengan air.
3. Untuk luas lahan persemaian sebaiknya 400 meter persegi/ hektar ( sekitar 4 % dari luas tanam ).
4. Lebar bedengan untuk pembibitan bisa 1,0 - 1,2 meter.
5. Tambahkan pupuk kandang, serbuk kayu dan abu sebanyak kira-kira 2 kg/meter persegi. Hal ini guna memudahkan nanti ketika dalam pencabutan bibit padi agar akar kerusakan akar dapat diminimalisir.
6. Setiap bedengan dibuat parit kira-kira sedalam 25030 cm.
Sebelum proses penanaman padi dilaksanakan, maka diperlukan persiapan lahan untuk menanam padi. Persiapan ini dapat berupa membajak sawah dengan menggunakan traktor atau menggunakan bajak kerbau/sapi. Untuk lebih menghemat waktu sebaiknya gunakan traktor agar lebih cepat. Pembajakan dilakukan sebanyak dua kali. Setelah proses pembajakan selesai maka diperlukan penggaruan atau menghalusan lahan guna memudahkan nanti dalam proses penanaman padi. Ratakan semua bagian lahan sawah atau petak sawah dengan garu. Selain itu membuat parit-parit disekeliling petak sawah agar tidak ada hama keong yang tergenang ditengah sawah.
Setelah semua proses penggaruan selesai dilakukan dan bibit sudah siap untuk ditanam, maka saatnya menanam padi. Biasanya bibit sudah bisa ditanam/dicabut dari persemaian setelah berumur 21 hari setelah disemai. Tanamkan padi dengan menggunakan sistem jajar legowo 2:1 atau 4:1. Karena keuntungan menanam padi menggunakan metode tanam jajar legowo adalah hasil padi akan lebih meningkat.
Setelah padi selesai ditanam, maka selanjutnya adalah melakukan pemupukan padi. Lakukan pemupukan padi secara berimbang. Pemupukan berimbang adalah memberikan berbagai macam unsur hara dalam bentuk pupuk guna memenuhi kekurangan unsur hara pada lahan. Pupuk yang digunakan untuk tanaman padi ini bermacam-macam sesuai dengan kebututuhan tamanam, muali dari pupuk Urea, NPK, SP36 dan Lain-lain. Anda juga bisa menggunakan pupuk organik hayati. Proses pemupukan ini sangat dibutuhkan dalam proses perkembangan tanaman padi. Cara pemupukan padi yaitu dengan menyebarkan keseluruh lahan persawahan agar semua tanaman mendapatkan pupuk.
Budidaya padi tidak luput dari adanya gulma ( rumput liar ) dan juga hama penyakit. Namun yang sangat menggangu petani padi dalam pembudidayaan tanaman padi adalah hama dan penyakit. Ada beberapa jenis hama yang sering menyerang tanaman padi. Lebih jelasnya silahkan baca dibawah ini.
Mengenal Jenis Hama dan Penyakit Pada Tanaman Padi Sawah
Anda bisa mengendalikan gulma dengan cara mematun atau mencabut rumput-rumput yang mengganggu pertumbuhan padi. Kalau hama dan penyakit bisa anda semprot menggunakan produk pembasmi hama. Produk pembasmi hama dan penyakit yang sering menggangu tanaman padi ini juga sangat banyak dan beragam. Anda bisa membeli langsung ditoko pertanian terdekat. Kalau kami biasanya menggunakan Imidastar 200 SL karena memang luar biasa keunggulannya.
Baca Juga : Keunggulan Imidastar 200 SL
Demikianlah sedikit Panduan Lengkap Budidaya Tanaman Padi , mudah-mudahan dapat menambah ilmu dan wawasan anda dibidang pertanian padi. Semoga bermanfaat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar